Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel Pribadi

Berpasangan Sama Siapa?

Gambar
Hai teman-teman muda! Kalau memikirkan tentang usia remaja juga pemuda dan kebutuhan mencari pasangan, ini menjadi suatu masalah yang cukup besar dan rumit. Karena harus kita yakini ini adalah pilihan seumur hidup. Secara khusus, fokus saya adalah kaum muda Kristen. Dewasa ini kita melihat fakta bahwa sulit bagi kaum muda Kristen menemukan seorang yang seiman atau sepadan karena pergaulan kian meluas. Misalnya, di sekolah, di kampus, di sekitar lingkungan aktivitas kita bahkan di media sosial; terjadi perubahan sosiologis yang pesat. Makin banyak kesempatan bertemu dengan orang banyak, jadi kecil kesempatan untuk memilih yang satu gereja. Belum lagi fakta bahwa: di dalam gereja lebih banyak kaum wanita, jadi wanita sulit mencari pria, tidak ada pilihan dan sebagainya.  Akhirnya, ada godaan untuk mengompromikan nilai-nilai penting dan akhirnya asal terima saja, asal menyandang status "berpacaran" atau "taken" dan ujungnya "menikah". Sebenarnya sangat perlu ...

Menggunakan Kesempatan dalam Kesempitan

Gambar
                   Dono yang bekerja di agen rokok sementara Kasino bekerja di bengkel, menganjurkan supaya Indro diterima di tempat kos Tina dan Santi. Kelucuanpun muncul. Indro kedatangan pacar dan ayah pacarnya hingga Indro kerepotan mengatur agar Tina dan Santi yang tinggal serumah, tidak dicurigai. Ibu Santi yang fanatik juga berkunjung. kelucuan lain muncul saat Kasino mengantar pacar Dono dan mobilnya tabrakan, Kasino berpura-pura hilang ingatan. Mobilnya berhasil dijual, tetapi hal ini jadi masalah karena si pembeli minta uang kembali. (Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesempatan_Dalam_Kesempitan)                 Oh tidak! Ini adalah sinopsis film komedi Indonesia yang berjudul “Kesempatan Dalam Kesempitan” yang diproduksi pada tahun 1985, disutradarai oleh Arizal dan dibintangi antara lain oleh Warkop DKI...

Ayah, Ada Delapan Kiat Jitu Untuk Membuat Anak Dekat Dengan Anda!

Gambar
   Di bangku halaman depan rumah, yang berseberangan dengan rumahnya, seorang pria melihat betapa cerianya Jane, putri kecil tetangganya yang berlari menghampiri ayahnya sepulang sekolah. Ia membawa dua potong sandwich lezat di box tempat makanannya dan memeluk erat ayahnya dengan sangat bahagia. Tampak di matanya, anak itu menatap dengan kedua mata ayahnya dan seperti sedang menceritakan banyak hal yang dialaminya di sekolah sambil menikmati sandwich yang dibawanya. Tentu saja satu diberikan kepada ayahnya. Tak ingin beranjak dari pangkuan ayahnya, Jane masuk ke- dalam rumah dengan tetap memeluk ayahnya. Binar, putri dari pria ini pulang dari sekolah dan masuk ke dalam rumah tanpa sapaan apapun kepada ayahnya. Pria ini bingung bercampur sedih membandingkan apa yang dialaminya dan yang baru saja disaksikannya di halaman depan rumahnya. “Apakah anakku membenci aku?”             Wajar saja bila seorang ibu dekat deng...